Blog single

Kantor Akuntan Publik Jakarta TNN with BOKS International

Audit Laporan Keuangan SAK EP: Checklist Kesiapan Perusahaan

Perusahaan Anda sudah menggunakan SAK Entitas Privat (SAK EP), tetapi apakah laporan keuangan sudah benar-benar siap untuk diaudit?

Pertanyaan ini penting karena kesiapan audit bukan hanya mengenai apakah saldo dalam trial balance sudah seimbang. Auditor juga perlu memperoleh bukti audit yang memadai untuk mendukung saldo dan transaksi, memahami kebijakan akuntansi yang digunakan, serta menilai penyajian dan pengungkapan dalam laporan keuangan.

SAK Entitas Privat (SAK EP) berlaku efektif sejak 1 Januari 2025 dan menggantikan SAK Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP). SAK EP ditujukan bagi entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik dan menerbitkan laporan keuangan tujuan umum untuk pengguna eksternal, dengan kondisi tertentu bagi entitas yang memiliki akuntabilitas publik apabila regulator mengizinkan penggunaannya.

Dengan berlakunya SAK EP, perusahaan tidak cukup hanya memastikan bahwa laporan keuangan telah “menggunakan SAK EP”. Manajemen juga perlu memastikan bahwa kebijakan akuntansi, pengakuan dan pengukuran transaksi, penyajian, serta pengungkapan telah diterapkan secara konsisten.

Artikel ini memberikan checklist praktis audit laporan keuangan SAK EP yang dapat digunakan oleh pemilik perusahaan, direktur, CFO, finance manager, accounting manager, maupun tim accounting sebelum proses audit dimulai.

Apa yang Dimaksud dengan Audit Laporan Keuangan SAK EP?

Audit laporan keuangan SAK EP adalah pemeriksaan independen atas laporan keuangan untuk memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan secara keseluruhan bebas dari salah saji material dan untuk menjadi dasar bagi auditor dalam menyatakan opini.

Dalam konteks perusahaan yang menggunakan SAK EP, auditor tidak hanya melihat angka yang terdapat dalam laporan posisi keuangan atau laporan laba rugi.

Auditor juga perlu mempertimbangkan apakah laporan keuangan telah disusun dan disajikan berdasarkan kerangka pelaporan keuangan yang digunakan perusahaan.

SAK EP sendiri terdiri dari 35 bab yang mencakup antara lain penyajian laporan keuangan, kebijakan akuntansi, instrumen keuangan, persediaan, investasi, aset tetap, aset takberwujud, sewa, provisi dan kontinjensi, pendapatan, penurunan nilai aset, pajak penghasilan, transaksi pihak berelasi, hingga ketentuan transisi.

Karena itu, proses audit dapat menjadi lebih efektif apabila perusahaan sudah mempersiapkan area-area tersebut sebelum auditor memulai pemeriksaan.

Mengapa Perusahaan Perlu Mempersiapkan Audit Sejak Awal?

Salah satu penyebab audit menjadi lebih lama bukan semata-mata karena kompleksitas bisnis, tetapi karena informasi dan dokumentasi yang dibutuhkan auditor belum tersedia ketika proses audit dimulai.

Contohnya:

      • rekonsiliasi bank belum selesai;

      • daftar piutang belum direkonsiliasi dengan general ledger;

      • fixed asset register belum diperbarui;

      • dokumen pinjaman belum tersedia;

      • transaksi pihak berelasi belum diidentifikasi;

      • supporting document transaksi belum lengkap;

      • draft Catatan atas Laporan Keuangan belum tersedia; atau

      • terdapat transaksi yang membutuhkan accounting judgment tetapi belum terdokumentasi.

    Apabila kondisi tersebut ditemukan ketika fieldwork sudah dimulai, auditor perlu melakukan permintaan data tambahan dan klarifikasi berulang.

    Sebaliknya, audit readiness yang baik membantu perusahaan dan auditor bekerja lebih efisien.

    Checklist Kesiapan Audit Laporan Keuangan SAK EP

    Berikut adalah checklist yang dapat digunakan oleh tim finance dan accounting sebelum audit.

    1. Trial Balance dan General Ledger

    Pastikan trial balance yang akan digunakan untuk menyusun laporan keuangan sudah final atau mendekati final.

    Beberapa hal yang perlu diperiksa:

        • saldo debit dan kredit sudah seimbang;

        • akun-akun yang tidak lagi digunakan telah ditinjau;

        • jurnal penyesuaian telah diposting;

        • saldo general ledger dapat ditelusuri ke supporting schedule;

        • saldo antarperiode telah dianalisis;

        • akun dengan saldo tidak lazim telah ditinjau.

      Jangan hanya memastikan bahwa trial balance balance.

      Pertanyaan yang lebih penting adalah:

      Apakah setiap saldo material dapat dijelaskan dan didukung oleh dokumentasi yang memadai?

      2. Rekonsiliasi Bank

      Rekonsiliasi bank merupakan salah satu dokumen dasar yang penting dalam persiapan audit.

      Pastikan:

          • seluruh rekening bank telah diidentifikasi;

          • saldo buku sesuai dengan general ledger;

          • saldo rekening koran tersedia;

          • outstanding transfer telah dianalisis;

          • outstanding cheque telah ditelusuri;

          • transaksi yang belum tercatat telah diidentifikasi; dan

          • rekening bank yang sudah tidak aktif telah dipertimbangkan.

        Rekonsiliasi sebaiknya dilakukan secara rutin, bukan hanya menjelang audit.

        3. Piutang Usaha

        Untuk akun piutang, perusahaan sebaiknya menyiapkan:

            • aging schedule;

            • daftar pelanggan;

            • rekonsiliasi subsidiary ledger dengan general ledger;

            • rincian piutang yang telah jatuh tempo;

            • informasi penerimaan setelah tanggal laporan;

            • daftar piutang bermasalah; dan

            • dokumentasi mengenai estimasi kerugian atau penurunan nilai apabila relevan.

          Auditor dapat menggunakan informasi tersebut untuk memahami kondisi piutang dan menilai risiko salah saji.

          4. Persediaan

          Apabila perusahaan memiliki persediaan, persiapkan:

              • inventory listing;

              • rekonsiliasi dengan general ledger;

              • hasil stock opname;

              • dokumentasi perhitungan persediaan;

              • daftar slow-moving atau obsolete inventory;

              • metode penentuan biaya persediaan; dan

              • informasi terkait barang yang rusak atau tidak dapat dijual.

            Persediaan sering kali membutuhkan kombinasi antara pemeriksaan dokumen dan prosedur fisik.

            5. Aset Tetap

            Pastikan perusahaan mempunyai fixed asset register yang diperbarui.

            Informasi yang sebaiknya tersedia antara lain:

                • jenis aset;

                • tanggal perolehan;

                • harga perolehan;

                • akumulasi penyusutan;

                • nilai buku;

                • metode penyusutan;

                • masa manfaat;

                • lokasi aset; dan

                • informasi mengenai pelepasan aset.

              Selain itu, perusahaan perlu meninjau apakah terdapat aset yang sudah tidak digunakan, rusak, atau mengalami kondisi yang dapat memerlukan pertimbangan lebih lanjut.

              6. Utang dan Pinjaman

              Untuk utang usaha dan pinjaman, perusahaan sebaiknya menyiapkan:

                  • aging payable;

                  • vendor listing;

                  • rekonsiliasi utang dengan general ledger;

                  • loan agreement;

                  • jadwal pembayaran;

                  • rincian bunga;

                  • covenant atau persyaratan pinjaman yang relevan; dan

                  • konfirmasi saldo apabila diperlukan.

                Khusus untuk pinjaman, pastikan klasifikasi kewajiban telah dipertimbangkan dengan tepat berdasarkan kondisi yang relevan pada tanggal pelaporan.

                7. Pendapatan dan Beban

                Manajemen perlu memastikan transaksi pendapatan dan beban memiliki supporting document yang memadai.

                Untuk pendapatan, misalnya:

                    • sales listing;

                    • invoice;

                    • kontrak pelanggan;

                    • dokumen delivery;

                    • bukti penerimaan;

                    • credit note atau sales return; dan

                    • rekonsiliasi dengan general ledger.

                  Untuk beban:

                      • invoice;

                      • purchase order;

                      • kontrak;

                      • bukti pembayaran;

                      • dokumen penerimaan barang atau jasa; dan

                      • dokumen pendukung lainnya.

                    Area pendapatan biasanya mendapatkan perhatian khusus dalam audit karena transaksi tersebut berhubungan langsung dengan kinerja perusahaan.

                    8. Transaksi dengan Pihak Berelasi

                    Perusahaan sebaiknya membuat related party listing sebelum audit dimulai.

                    Jangan hanya melihat nama perusahaan yang berada dalam satu grup.

                    Manajemen perlu mempertimbangkan hubungan dan transaksi yang relevan, termasuk misalnya:

                        • pemegang saham;

                        • perusahaan dalam satu grup;

                        • entitas anak;

                        • entitas asosiasi;

                        • manajemen kunci; dan

                        • pihak lain yang memenuhi kriteria pihak berelasi.

                      Informasi yang perlu disiapkan dapat mencakup:

                          • nama pihak berelasi;

                          • hubungan dengan perusahaan;

                          • jenis transaksi;

                          • nilai transaksi;

                          • saldo akhir; dan

                          • dokumen pendukung.

                        SAK EP memiliki pengaturan khusus mengenai pengungkapan pihak berelasi dalam Bab 33.

                        9. Accounting Estimates dan Management Judgment

                        Tidak semua angka dalam laporan keuangan berasal dari transaksi yang nilainya sudah pasti.

                        Beberapa akun memerlukan estimasi atau judgment dari manajemen.

                        Contohnya:

                            • umur manfaat aset;

                            • penurunan nilai;

                            • estimasi piutang;

                            • provisi;

                            • kewajiban tertentu;

                            • nilai residu aset; atau

                            • estimasi lainnya yang relevan dengan transaksi perusahaan.

                          Untuk area seperti ini, perusahaan sebaiknya mendokumentasikan:

                          Apa yang diestimasi?

                          Mengapa estimasi tersebut digunakan?

                          Data apa yang digunakan?

                          Apa pertimbangan manajemen?

                          Apakah terdapat perubahan dibandingkan periode sebelumnya?

                          Dokumentasi tersebut akan membantu menjelaskan dasar yang digunakan manajemen dalam menyusun laporan keuangan.

                          10. Catatan atas Laporan Keuangan

                          Jangan menunggu sampai seluruh audit selesai untuk menyusun Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK).

                          CaLK sebaiknya dipersiapkan bersamaan dengan penyusunan laporan keuangan.

                          Periksa apakah:

                              • kebijakan akuntansi yang relevan telah diungkapkan;

                              • informasi material telah tersedia;

                              • saldo dalam CaLK konsisten dengan laporan utama;

                              • transaksi pihak berelasi telah dipertimbangkan;

                              • komitmen dan kontinjensi telah dipertimbangkan;

                              • informasi mengenai pinjaman telah disajikan secara memadai; dan

                              • pengungkapan lainnya sesuai dengan kondisi perusahaan.

                            SAK EP secara khusus memiliki Bab 8 mengenai Catatan atas Laporan Keuangan dan Bab 33 mengenai pengungkapan pihak berelasi.

                            7 Area SAK EP yang Perlu Mendapat Perhatian Sebelum Audit

                            Selain kesiapan dokumen, perusahaan juga perlu memperhatikan area akuntansi yang dapat memerlukan judgment.

                            1. Kebijakan Akuntansi

                            Pastikan perusahaan memiliki kebijakan akuntansi yang jelas dan konsisten dengan SAK EP.

                            2. Instrumen Keuangan

                            Saldo kas, piutang, utang, pinjaman, dan instrumen keuangan lainnya perlu dianalisis berdasarkan ketentuan yang relevan.

                            3. Aset Tetap

                            Pastikan pengakuan, pengukuran, penyusutan, dan informasi terkait aset tetap telah diterapkan secara konsisten.

                            4. Penurunan Nilai

                            Pertimbangkan apakah terdapat indikasi bahwa aset mengalami penurunan nilai.

                            5. Pendapatan

                            Pastikan pengakuan pendapatan konsisten dengan substansi transaksi dan kebijakan akuntansi perusahaan.

                            6. Sewa

                            Perusahaan yang memiliki transaksi sewa perlu mengidentifikasi transaksi yang relevan dan memastikan perlakuan akuntansinya sesuai dengan SAK EP.

                            7. Pengungkapan

                            Laporan keuangan yang memiliki angka yang benar tetap membutuhkan pengungkapan yang memadai.

                            SAK EP mencakup pengaturan khusus untuk area-area tersebut dalam bab yang berbeda.

                            Dokumen Apa Saja yang Sebaiknya Disiapkan Sebelum Audit?

                            Sebagai checklist awal, perusahaan dapat menggunakan matriks berikut:

                            AreaDokumen yang Dipersiapkan
                            BankRekening koran dan rekonsiliasi bank
                            PiutangAging schedule dan customer listing
                            PersediaanInventory listing dan hasil stock opname
                            Aset tetapFixed asset register
                            UtangAP listing dan aging schedule
                            PinjamanLoan agreement dan repayment schedule
                            PendapatanSales listing dan invoice
                            BebanExpense listing dan supporting documents
                            PajakSPT dan rekonsiliasi pajak
                            PayrollPayroll listing
                            Pihak berelasiRelated party listing
                            EkuitasAkta dan dokumen perubahan modal
                            CaLKDraft Catatan atas Laporan Keuangan
                            LegalKontrak atau perjanjian material
                            CorporateAkta, keputusan pemegang saham, dan dokumen korporasi

                            Checklist tersebut tentu perlu disesuaikan dengan karakteristik dan kompleksitas masing-masing perusahaan.

                            Kesalahan yang Sering Membuat Proses Audit Menjadi Lebih Lama

                            Berdasarkan pengalaman proses audit, beberapa kondisi berikut dapat meningkatkan kebutuhan klarifikasi dan permintaan data:

                            1. Rekonsiliasi dilakukan setelah auditor datang

                            Rekonsiliasi yang belum selesai membuat auditor harus menunggu perusahaan menyelesaikan proses tersebut sebelum pengujian dapat dilanjutkan.

                            2. Supporting document belum lengkap

                            Data dalam Excel saja biasanya belum cukup. Auditor membutuhkan bukti yang relevan untuk mendukung transaksi dan saldo.

                            3. Subsidiary ledger tidak sesuai dengan general ledger

                            Perbedaan antara detail dan general ledger perlu diselesaikan sebelum audit dapat berjalan secara optimal.

                            4. Fixed asset register tidak diperbarui

                            Kondisi ini dapat menyulitkan rekonsiliasi antara aset secara fisik, register aset, dan pencatatan akuntansi.

                            5. Transaksi pihak berelasi belum diidentifikasi

                            Transaksi dengan pihak berelasi perlu diidentifikasi dan dianalisis sejak awal, bukan hanya ketika auditor menanyakannya.

                            6. Accounting judgment tidak terdokumentasi

                            Ketika suatu angka berasal dari estimasi atau judgment, perusahaan sebaiknya memiliki dokumentasi yang menjelaskan dasar pertimbangannya.

                            7. CaLK baru disusun di akhir proses

                            CaLK sebaiknya disiapkan bersamaan dengan laporan keuangan agar inkonsistensi antara angka dan pengungkapan dapat ditemukan lebih awal.

                            Apakah Perusahaan Perlu Melakukan SAK EP Readiness Assessment?

                            Tidak semua perusahaan membutuhkan tingkat persiapan yang sama.

                            Perusahaan dengan transaksi sederhana mungkin hanya membutuhkan review internal terhadap checklist dan dokumentasi.

                            Namun, perusahaan yang memiliki transaksi lebih kompleks, perubahan bisnis yang signifikan, transaksi pihak berelasi, pinjaman, investasi, atau perubahan kebijakan akuntansi dapat memperoleh manfaat dari SAK EP readiness assessment sebelum audit dimulai.

                            Tujuannya bukan untuk menggantikan audit.

                            Readiness assessment lebih ditujukan untuk membantu manajemen menjawab pertanyaan:

                            “Apakah ada area dalam laporan keuangan kami yang sebaiknya diperbaiki atau dipersiapkan sebelum auditor melakukan pemeriksaan?”

                            Dengan identifikasi lebih awal, manajemen memiliki kesempatan untuk menyelesaikan isu sebelum menjadi hambatan dalam proses audit.

                            Audit Bukan Sekadar Mencari Kesalahan

                            Audit sering kali dipersepsikan sebagai proses untuk mencari kesalahan dalam laporan keuangan.

                            Padahal, audit juga dapat menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk melihat kembali kualitas proses pelaporan keuangannya.

                            Dalam proses audit, auditor dapat memperoleh pemahaman mengenai:

                                • proses closing;

                                • sistem akuntansi;

                                • pengendalian internal;

                                • dokumentasi transaksi;

                                • kebijakan akuntansi;

                                • risiko pelaporan keuangan; dan

                                • area yang membutuhkan perhatian manajemen.

                              Karena itu, komunikasi antara auditor dan manajemen sebaiknya tidak baru dimulai ketika auditor meminta data.

                              Komunikasi yang lebih awal dapat membantu kedua pihak memahami isu dan kebutuhan informasi dengan lebih baik.

                              Kapan Perusahaan Sebaiknya Berdiskusi dengan Auditor?

                              Idealnya, komunikasi dilakukan sebelum laporan keuangan final.

                              Terutama apabila perusahaan mengalami:

                                  • pertumbuhan bisnis yang signifikan;

                                  • transaksi baru;

                                  • akuisisi atau investasi;

                                  • restrukturisasi;

                                  • pinjaman baru;

                                  • transaksi pihak berelasi;

                                  • perubahan sistem akuntansi;

                                  • perubahan kebijakan akuntansi; atau

                                  • transaksi yang memiliki accounting judgment yang signifikan.

                                Prinsip sederhananya:

                                Semakin awal suatu isu diidentifikasi, semakin banyak pilihan yang tersedia bagi manajemen untuk menyelesaikannya.

                                Dari Compliance Menjadi Confidence

                                Bagi perusahaan pengguna SAK EP, tujuan akhirnya bukan hanya menghasilkan laporan keuangan yang “sudah sesuai standar”.

                                Yang lebih penting adalah memastikan bahwa laporan keuangan tersebut dapat digunakan dengan keyakinan yang memadai oleh pemilik, manajemen, kreditur, investor, dan pihak berkepentingan lainnya.

                                Audit dapat menjadi bagian dari proses tersebut.

                                Di KAP Tambunan & Nasafi, kami memandang audit bukan hanya sebagai pemeriksaan angka, tetapi sebagai proses untuk memahami bisnis, risiko, proses, dan pelaporan keuangan secara menyeluruh.

                                Pendekatan tersebut membantu membangun komunikasi yang lebih efektif antara auditor dan manajemen serta membantu proses audit berjalan secara lebih terstruktur.

                                KAP TNN menyediakan layanan Financial Statement Audit, Review of Financial Statements, Internal Audit, Compliance Audit, Forensic Audit, IT Audit, Sustainability & Environmental Audit, dan Operational Audit sebagai bagian dari layanan assurance.

                                Jika perusahaan Anda menggunakan SAK EP dan sedang mempersiapkan laporan keuangan atau audit, Anda dapat memulai dengan melakukan audit readiness check menggunakan checklist dalam artikel ini, sebagai bagian dari jasa audit laporan keuangan yang kami sediakan.

                                Sudah menggunakan SAK EP tetapi belum yakin laporan keuangan perusahaan Anda sudah siap diaudit?

                                Diskusikan kondisi perusahaan Anda dengan tim KAP Tambunan & Nasafi untuk memahami area yang perlu dipersiapkan sebelum proses audit dimulai.

                                Diskusikan Kebutuhan Audit Anda →

                                FAQ

                                Apakah SAK EP wajib digunakan oleh semua perusahaan privat?

                                Tidak. SAK EP ditujukan bagi entitas yang memenuhi karakteristik entitas privat sebagaimana diatur dalam standar. Entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik dan menerbitkan laporan keuangan tujuan umum untuk pengguna eksternal dapat menggunakan SAK EP sesuai ketentuan yang berlaku.

                                Apakah SAK EP menggantikan SAK ETAP?

                                Ya. SAK EP berlaku efektif 1 Januari 2025 dan menggantikan SAK ETAP.

                                Apa yang perlu disiapkan sebelum audit laporan keuangan SAK EP?

                                Perusahaan sebaiknya menyiapkan trial balance, general ledger, rekonsiliasi, supporting documents, subsidiary ledger, fixed asset register, dokumen pinjaman, informasi pihak berelasi, dokumentasi accounting estimates, serta draft Catatan atas Laporan Keuangan.

                                Apakah auditor dapat membantu perusahaan menerapkan SAK EP?

                                Perusahaan dan auditor perlu memperhatikan batasan independensi serta jenis jasa yang diberikan. Dalam praktiknya, isu penerapan akuntansi dapat didiskusikan dan dikomunikasikan dengan auditor sesuai ketentuan profesional yang berlaku, tetapi tanggung jawab penyusunan laporan keuangan tetap berada pada manajemen.

                                Apakah perusahaan harus menunggu laporan keuangan selesai sebelum menghubungi auditor?

                                Tidak. Komunikasi lebih awal justru dapat membantu perusahaan memahami kebutuhan data, area risiko, dan proses audit sehingga persiapan dapat dilakukan secara lebih terstruktur.

                                Berapa lama proses audit laporan keuangan SAK EP?

                                Durasi audit berbeda-beda tergantung ukuran perusahaan, kompleksitas transaksi, kualitas dokumentasi, kesiapan laporan keuangan, serta risiko yang diidentifikasi auditor. Karena itu, persiapan yang baik sebelum fieldwork dapat membantu proses berjalan lebih efisien.